PEMELIHARAAN KEMABRURAN HAJI DAN PENGUATAN KEPERCAYAAN DIRI JAMAAH PASCA HAJI MELALUI FAMILY GATHERING JAMAAH KBIHU HAJAR ASWAD SURABAYA
Keywords:
Kemabruran Haji, Kepercayaan Diri, Family Gathering, Jamaah pasca HajiAbstract
Penelitian ini didorong oleh temuan bahwa beberapa jamaah pasca haji masih mengalami kurangnya kepercayaan diri, seperti terlihat dari ketidakaktifan mereka selama proses perjalanan menunaikan manasik haji, tampak dari ketidakinginan untuk bertanya, serta kurangnya respons terhadap pertanyaan yang menstimuli. Selain itu, jamaah ini cenderung lebih suka menyendiri daripada bergaul dengan teman-teman mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjaga kemabruran haji serta mengeksplorasi hubungan antara kepercayaan diri dan penyesuaian diri di kalangan kelompok bimbingan ibadah haji KBIHU Hajar Aswad Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan partisipatif. Ibadah haji merupakan rangkaian ibadah yang tidak hanya memiliki dimensi ritual, tetapi juga mengandung nilai spiritual, sosial, moral, dan pembentukan kepribadian. Kemabruran haji tidak semestinya dipahami sebagai capaian yang berhenti setelah jamaah menyelesaikan seluruh rangkaian manasik dan kembali ke tanah air. Nilai-nilai kemabruran perlu dipelihara melalui aktualisasi dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan keluarga maupun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Salah satu persoalan yang perlu mendapatkan perhatian adalah bagaimana menjaga kesinambungan pengalaman spiritual jamaah sekaligus memperkuat kepercayaan diri mereka setelah menunaikan ibadah haji. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memelihara kemabruran haji dan memperkuat kepercayaan diri jamaah pasca-haji melalui kegiatan family gathering pada jamaah KBIHU Hajar Aswad Surabaya. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui dialog interaktif, penyampaian materi, diskusi, praktik, bonding activity, sharing pengalaman, serta kegiatan kreatif bersama. Peserta kegiatan berjumlah kurang lebih 30 jamaah KBIHU Hajar Aswad. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung terhadap partisipasi dan antusiasme peserta serta umpan balik sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa family gathering dapat menjadi media pembinaan pasca-haji yang mengintegrasikan dimensi spiritual, sosial, emosional, dan kekeluargaan. Peserta menunjukkan partisipasi aktif, antusiasme tinggi, keterbukaan dalam berkomunikasi, serta meningkatnya kedekatan emosional antarjamaah. Kegiatan juga memberikan ruang bagi jamaah untuk berbagi pengalaman spiritual, mengekspresikan potensi dan kreativitas, serta membangun kembali kepercayaan diri dalam kehidupan sosial. Dengan demikian, family gathering dapat dikembangkan sebagai model pembinaan berkelanjutan bagi jamaah pasca-haji dalam rangka menjaga kemabruran dan memperkuat ukhuwah.
References
Ali, M., & Asrori. (2011). Psikologi Remaja-Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Ghifani, A. (2004). Percaya Diri Sepanjang Hari. Bandung: Mujahid.
Hurlock, E. B. (2007). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang RentangKehidupan. Semarang: Erlangga.
Zaenal Abidin, dkk., Pembinaan Pasca Ibadah Haji Menuju Mabrur Sepanjang Hayat POST-HAJJ PILGRIMAGE FOSTERING TOWARDS A LIFETIME MABRUR, ( Peneliti Ahli Madya Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama). https://jurnalharmoni.kemenag.go.id/index.php/harmoni/article/view/434/290
Effendy Onong, Uchjana., M. A. (2009). Human Relation & Public Relation. Bandung: CV Mandar Maju.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Moh. Subhan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

